Perkuat Mutu Ujian Klinis, FK UAD Gelar Workshop Penyusunan Soal dan Pengelolaan Bank Soal OSCE
Yogyakarta, 24 April 2026 – Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (FK UAD) menyelenggarakan Workshop Penyusunan Soal dan Pengelolaan Bank Soal Objective Structured Clinical Examination (OSCE) sebagai upaya strategis dalam meningkatkan mutu sistem evaluasi pendidikan kedokteran. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Grand Rohan dan di ikuti oleh dosen pakar dari berbagai departemen klinis maupun preklinis.
OSCE merupakan metode penilaian keterampilan klinis yang bersifat objektif, terstruktur, dan terstandar, serta menjadi instrumen penting dalam mengukur pencapaian kompetensi mahasiswa sesuai Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI). Oleh karena itu, kualitas instrumen penilaian, khususnya soal atau station OSCE, menjadi faktor krusial dalam menjamin mutu lulusan.
Dekan FK UAD dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan sistem evaluasi menjadi bagian integral dalam peningkatan kualitas pendidikan kedokteran.
“Evaluasi yang berkualitas akan menghasilkan lulusan yang berkualitas. OSCE bukan sekadar ujian, tetapi cerminan kesiapan mahasiswa dalam praktik klinis. Karena itu, penyusunan soal harus dilakukan secara sistematis, terstandar, dan berbasis kompetensi,” ujarnya.
Workshop ini menghadirkan narasumber utama, dr. Dian Puspita Dewi, M.Med.Ed, FFRI, yang memberikan pemaparan mengenai pengelolaan bank soal serta prinsip penyusunan soal OSCE yang memenuhi aspek validitas dan reliabilitas. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya integrasi antara blueprint assessment dan konstruksi soal.
“Soal OSCE yang baik tidak hanya menguji pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan sikap profesional. Oleh karena itu, setiap station harus dirancang secara komprehensif, mulai dari skenario, instruksi, hingga checklist penilaian yang terukur,” jelasnya.
Selain sesi pemaparan materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan inhouse training dan pendampingan intensif yang melibatkan fasilitator internal FK UAD. Para peserta secara aktif menyusun draft soal OSCE yang selanjutnya dipresentasikan dan direview bersama.
Koordinator workshop, dr. Leonny Dwi Rizkita, M.Biomed, menyampaikan bahwa kegiatan ini menitikberatkan pada luaran yang konkret dan aplikatif.
“Workshop ini tidak berhenti pada pemahaman konsep. Kami menargetkan setiap peserta mampu menghasilkan soal OSCE yang siap digunakan dan terintegrasi dalam sistem bank soal FK UAD,” ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator Acara, dr. Rona Hafida Heriyanto Putri, menambahkan bahwa pengelolaan bank soal melalui sistem Item Bank Analysis (IBA) menjadi langkah penting dalam menjaga kualitas dan keamanan soal.
“Melalui sistem bank soal yang terstruktur, proses evaluasi dapat dilakukan secara lebih objektif, konsisten, dan berkelanjutan. Ini juga mendukung standarisasi ujian di lingkungan FK UAD,” tuturnya.
Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini diakhiri dengan sesi presentasi hasil penyusunan soal oleh peserta sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan hasil pembelajaran.
Melalui penyelenggaraan workshop ini, FK UAD menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran, khususnya dalam penguatan sistem evaluasi kompetensi klinis. Diharapkan, upaya ini dapat berkontribusi dalam menghasilkan lulusan dokter yang profesional, kompeten, dan siap menghadapi tantangan pelayanan kesehatan di masa mendatang.

