Perkuat Kompetensi Mahasiswa, FK UAD Gelar Workshop OSCE untuk Standarisasi Ujian Klinis
Yogyakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (FK UAD) menyelenggarakan Workshop Penyelenggaraan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) pada Jumat, 17 April 2026 di Hotel Grand Rohan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ujian keterampilan klinis mahasiswa kedokteran.
Workshop dibuka dengan sambutan oleh dr. Barkah Djaka Purwanto, Sp.PD-KGH, FINASIM selaku Kaprodi Pendidikan Profesi Dokter, yang menekankan pentingnya OSCE sebagai metode evaluasi kompetensi klinis mahasiswa secara objektif dan terstandar. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa mampu menguasai keterampilan klinis secara optimal dan siap menghadapi tantangan dunia medis.
Koordinator workshop, dr. Rizka Ariani, M.Biomed, menjelaskan bahwa OSCE di FK UAD telah diterapkan pada berbagai tahapan pendidikan.
“OSCE tidak hanya menilai pengetahuan, tetapi juga performa keterampilan klinis mahasiswa secara langsung dan terukur, serta ruang lingkup OSCE yang mencakup tahap perencanaan (blueprint), persiapan sumber daya manusia dan sarana prasarana, pelaksanaan, penilaian, hingga evaluasi dan tindak lanjut. Di FK UAD, OSCE diterapkan pada berbagai tahapan pendidikan, mulai dari mini OSCE, OSCE akhir semester, OSCE komprehensif, hingga OSCE pada tahap profesi dan nasional.” jelasnya.
Materi utama workshop disampaikan oleh Dr. Yeny Dwi Cahyaningrum, M.Med, yang menjelaskan konsep dasar OSCE sebagai metode ujian praktik klinis terstruktur yang objektif. OSCE dilaksanakan melalui beberapa stasiun (station) dengan skenario klinis yang dirancang menyerupai kondisi nyata, sehingga mampu menilai keterampilan mahasiswa secara menyeluruh, mulai dari anamnesis, pemeriksaan fisik, hingga penatalaksanaan pasien.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan terkait penyusunan blueprint dan template soal OSCE. Blueprint berfungsi sebagai kerangka dalam menentukan kompetensi yang diujikan, mencakup keterampilan klinis, sistem organ, serta level kompetensi sesuai Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI). Dalam pelaksanaannya, OSCE dirancang minimal terdiri dari 12 stasiun dengan durasi 15 menit per stasiun, guna memastikan penilaian yang komprehensif dan reliabel.
Workshop ini juga menjadi forum diskusi interaktif antar dosen untuk membahas berbagai tantangan dalam pelaksanaan OSCE, seperti kebutuhan sumber daya, standarisasi penilaian, serta pengembangan metode asesmen yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, FK UAD berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan kedokteran melalui penguatan sistem evaluasi yang komprehensif dan berkelanjutan. Sebagai tindak lanjut, institusi akan menyelenggarakan pelatihan lanjutan terkait pengembangan soal dan implementasi OSCE yang lebih optimal.
Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan FK UAD sebagai bagian dari komitmen institusi dalam menjaga mutu pendidikan kedokteran yang unggul dan berdaya saing.

