FK UAD Perkuat Kolaborasi Internasional dengan JICA dan AIDHM dalam Pengembangan Manajemen Kesehatan Bencana
Yogyakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (FK UAD) menerima kunjungan delegasi Japan International Cooperation Agency (JICA) dan ASEAN Institute for Disaster Health Management (AIDHM) dalam rangka memperkuat jejaring kerja sama internasional di bidang manajemen kesehatan bencana pada Rabu, 29 Juli 2026. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk membahas peluang kolaborasi dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan laboratorium kebencanaan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh dr. Aufaa Shafira Widowati, Sp.M., dilanjutkan dengan sesi perkenalan seluruh delegasi dari FK UAD, JICA, dan AIDHM yang dipandu oleh dr. Moch. Junaidy Heriyanto, Sp.B., FINACS. Selanjutnya, peserta menyaksikan video profil Fakultas Kedokteran UAD dan video simulasi kebencanaan yang menampilkan komitmen UAD dalam penguatan kapasitas penanggulangan bencana.
Dalam sambutannya, Ms. Maki Ozawa, Senior Director for Health JICA, menyampaikan bahwa JICA telah menjalin kerja sama dengan AIDHM selama kurang lebih tiga tahun. Kunjungan ke FK UAD diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi yang lebih erat di masa mendatang, khususnya melalui program joint research dan berbagai kegiatan akademik lainnya.
Pada sesi pemaparan, Afit Istiandaru, S.Pd., M.Pd. dari Kantor Kerja Sama dan Urusan Internasional (KKUI) UAD menjelaskan bahwa Universitas Ahmad Dahlan telah mengembangkan program manajemen bencana melalui Pusat Studi Mitigasi dan Penanggulangan Bencana (PSMPB) serta Ahmad Dahlan Disaster Management Center (ADMC). Program tersebut berfokus pada mitigasi bencana, integrasi kurikulum kebencanaan, serta pengembangan laboratorium modern. UAD juga menyatakan kesiapan untuk membuka peluang kerja sama dalam pengembangan laboratorium kebencanaan sehingga tidak hanya berperan sebagai anggota AIDHM, tetapi juga sebagai mitra aktif dalam inovasi dan pengembangan riset.

Selanjutnya, Mr. Shuichi Ikeda dari Japan Advisory Committee memaparkan berbagai program pendidikan tinggi yang dikembangkan JICA, antara lain Knowledge Co-Creation Program (KCCP), JICA Development Studies Program (JICA-DSP), dan JICA Chair. Selain itu, JICA juga mendukung penguatan infrastruktur pendidikan tinggi, fasilitas penelitian, serta kerja sama antara perguruan tinggi dan industri. JICA membuka peluang kolaborasi melalui penyelenggaraan konferensi internasional, pelatihan, dan berbagai kegiatan akademik yang melibatkan institusi pendidikan tinggi di kawasan ASEAN.
Pada kesempatan yang sama, Dr. Maryami Yuliana Kosim, Senior Officer of Research, Development, and Information Sharing Division AIDHM, menjelaskan bahwa AIDHM memiliki lima mandat utama dalam pengembangan manajemen kesehatan bencana di kawasan ASEAN. Program tersebut meliputi pengembangan kurikulum, pelatihan, latihan simulasi, konsultasi kebencanaan, penguatan jejaring akademik, hingga pelaksanaan proyek riset bersama lembaga internasional. AIDHM juga membuka peluang kolaborasi penelitian serta mendukung para peneliti muda melalui publikasi di jurnal internasional yang dikelolanya.
Sementara itu, Mr. Gusti Sultan Arifin dari Sekretariat AIDHM menyampaikan harapan agar ADMC UAD bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dapat menjalin kerja sama yang lebih erat dengan AIDHM maupun JICA dalam berbagai program kebencanaan di masa mendatang.
Dari sisi akademik, Departemen Kebencanaan FK UAD melalui dr. Muh. Agita Hutomo, MMR menawarkan program Primary Education bersama MDMC yang berfokus pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa dalam edukasi kebencanaan.
Diskusi yang berlangsung secara interaktif menghasilkan sejumlah poin penting. Salah satunya adalah peluang kerja sama antara UAD dengan JICA, baik melalui jejaring AIDHM maupun melalui kolaborasi institusional yang lebih luas. JICA menjelaskan bahwa saat ini telah mengembangkan ASEAN Academic Network yang melibatkan 23 institusi di kawasan ASEAN dengan fokus pada penelitian bersama, konferensi, pelatihan, serta penguatan jejaring akademik di bidang manajemen bencana.
Selain itu, dibahas pula tantangan pengembangan laboratorium kebencanaan agar mampu tumbuh menjadi pusat unggulan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi Universitas Ahmad Dahlan, Muhammadiyah, maupun masyarakat. JICA menegaskan bahwa perannya bukan sebagai lembaga pendanaan penelitian, melainkan sebagai fasilitator yang menghubungkan universitas dan institusi anggota di Indonesia maupun negara-negara ASEAN untuk membangun kolaborasi yang lebih kuat.

AIDHM juga memperkenalkan jurnal internasional di bidang Disaster Health Management yang terbuka bagi anggota maupun nonanggota sebagai wadah publikasi hasil penelitian, khususnya bagi peneliti muda. Selain itu, AIDHM menyediakan pelatihan penulisan artikel ilmiah serta membuka kesempatan bagi institusi anggota untuk berpartisipasi sebagai reviewer. Pada tahun 2027 mendatang, AIDHM akan menyelenggarakan Asian Academic Conference keempat yang mengundang seluruh anggota untuk berkontribusi melalui publikasi ilmiah.
FK UAD sebagai fakultas yang inovatif dan unggul dalam bidang kesehatan dan kebencanaan menegaskan komitmennya untuk memperluas kolaborasi internasional dalam bidang manajemen kesehatan bencana. Sinergi antara FK UAD, JICA, dan AIDHM,diharapkan mampu memperkuat kapasitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan kontribusi Universitas Ahmad Dahlan dalam pengembangan manajemen kesehatan bencana di tingkat nasional maupun regional ASEAN.(Hdr)

