Workshop Penguatan Pembimbingan, Supervisi dan Penilaian Dokter Muda di Rumah Sakit Pendidikan Fakultas Kedokteran UAD
Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (FK UAD) menyelenggarakan Workshop Penguatan Pembimbingan, Supervisi, dan Penilaian Dokter Muda di Rumah Sakit Pendidikan pada Kamis, 10 September 2026. Kegiatan berlangsung pada pukul 08.00–12.00 WIB ini bertempat di Ruang Amphiteater A, Lantai 7 Gedung Ar Fachruddin, Kampus Utama UAD, Banguntapan, Bantul.
Workshop ini diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk menyamakan persepsi serta memperkuat pemahaman para pendidik klinis dalam proses pembimbingan, supervisi, dan penilaian Dokter Muda. Hal ini bertujuan agar pelaksanaan Pendidikan Profesi Dokter di Rumah Sakit Pendidikan dapat berjalan secara terarah, objektif, dan sesuai dengan standar nasional pendidikan kedokteran. Acara resmi dibuka oleh Wakil Dekan FK UAD, dr. Ario Tejosukmono, MMR., M.Biomed. Dalam pembukaannya, beliau menekankan pentingnya peran pembimbing klinik dalam membentuk lulusan dokter yang kompeten dan profesional.
Sesi materi pertama menghadirkan dr. Yoyo Suhoyo, M.Med.Ed., Ph.D., yang memaparkan topik Responsible Use of Artificial Intelligence (AI) in Medical Education and Clinical Practice. Selain pemanfaatan AI secara bijak, dr. Yoyo mengupas tuntas sistem penilaian (assessment), pemberian umpan balik (feedback), kesehatan mental (mental health), serta pentingnya pembentukan attitude (sikap) Dokter Muda terhadap pasien, sejawat, tenaga kesehatan lain, dosen, hingga etika bermedia sosial.
Dalam pemaparannya, dr. Yoyo menggarisbawahi beberapa poin penting mengenai karakteristik pendidikan profesi dokter:
- Berbasis Tempat Kerja (Workplace-Based Learning): Karena pelayanan medis di RS wajib dilakukan oleh dokter yang memiliki STR, SIP, dan sertifikat kompetensi, maka Dokter Muda yang belum memiliki lisensi wajib berada di bawah pendampingan dan supervisi langsung oleh dokter penyelia/dokter pendidik klinis.
- Metode Pembimbingan: Pembimbingan aspek kognitif dan pengetahuan dapat dilakukan secara tidak langsung (fleksibel/daring), sedangkan pembimbingan aspek keterampilan (skills) wajib dilakukan secara langsung (tatap muka).
- Konsep Pembelajaran: Pembelajaran klinis yang efektif berbasis Experience-Based Learning membutuhkan panduan yang jelas, pendekatan kebijakan yang tepat, serta motivasi. Unsur utama seperti pembimbingan dan penilaian harus diperkuat dengan monitoring serta evaluasi yang berkesinambungan.

Sesi kedua dilanjutkan dengan resosialisasi Aplikasi DOKMA (sistem digitalisasi pembimbingan dan penilaian Dokter Muda FK UAD) yang disampaikan oleh dr. Rizka Ariani, M.Biomed. Pemaparan ini bertujuan untuk memastikan seluruh dokter pembimbing klinis dapat mengoperasikan sistem pencatatan dan penilaian kinerja Dokter Muda secara efisien dan transparan.
Rangkaian acara ditutup dengan diskusi interaktif dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Melalui workshop ini, FK UAD berharap seluruh dosen pembimbing klinis di Rumah Sakit Pendidikan memiliki kesiapan optimal dalam mengawal proses pendidikan profesi, menjaga kesehatan mental mahasiswa, serta membentuk karakter Dokter Muda yang beretika dan profesional.( Hdr/Ald)


