FK UAD Gelar Pengabdian kepada Masyarakat di Malaysia: Imunitas Tangguh, Komunitas Tangguh

Ampang, Malaysia — Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (FK UAD) sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) internasional bertajuk “Imunitas Tangguh, Komunitas Tangguh” pada Ahad, 19 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Dewan Orang Ramai Ampang Campuran, Malaysia, ini terselenggara melalui kolaborasi dengan Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PRIM/PRIA) Ampang, Malaysia.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan hasil riset secara langsung untuk memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan kesehatan yang dihadapi masyarakat. Kegiatan tersebut dikemas dalam dua sesi edukasi kesehatan yang menghadirkan dua narasumber dari FK UAD, yakni dr. Nuni Ihsana, M.Biomed. dan dr. MH. Muflihatul Ulfa, MMR.
Sesi pertama mengangkat tema “Building Immune Resilience in a Changing Climate” atau membangun ketahanan sistem imun di tengah perubahan iklim global. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa perubahan iklim telah menyebabkan pergeseran kondisi lingkungan yang berdampak pada meningkatnya beban penyakit di berbagai belahan dunia. Materi tersebut mengulas meningkatnya ancaman penyakit tidak menular (PTM), seperti penyakit kardiovaskular, kanker, dan penyakit pernapasan, yang saat ini menyumbang sekitar 74% angka kematian global. Kondisi tersebut semakin diperparah oleh gaya hidup sedentari dan berbagai tekanan lingkungan.

Selain itu, dijelaskan pula mekanisme patofisiologis yang memicu inflammaging, yaitu proses penuaan dini sistem imun akibat inflamasi kronis. Peningkatan suhu ekstrem dan paparan polusi udara dapat menyebabkan kerusakan mukosa saluran pernapasan, iskemia usus (gut ischemia), peningkatan permeabilitas usus (leaky gut), serta gangguan keseimbangan mikrobioma usus (dysbiosis). Kondisi tersebut memicu produksi sitokin inflamasi secara berlebihan yang berkontribusi terhadap terjadinya inflammaging. Sebagai upaya membangun ketahanan sistem imun, masyarakat diedukasi mengenai pentingnya menerapkan pola makan dengan nutrisi anti inflamasi, menjaga keseimbangan mikrobioma usus, mengelola stres dengan baik, serta menjaga sinkronisasi jam biologis atau irama sirkadian agar keseimbangan hormon dan sistem imun tetap terpelihara.
Pada sesi kedua, peserta memperoleh edukasi mengenai pentingnya aktivitas fisik dalam menjaga kesehatan sekaligus memahami bahaya fenomena “Active Couch Potato”, yaitu kondisi seseorang yang telah memenuhi rekomendasi olahraga harian atau mingguan, tetapi menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk atau melakukan aktivitas. Kondisi tersebut tetap berisiko menyebabkan gangguan metabolisme meskipun seseorang rutin berolahraga.
Dalam sesi ini juga dijelaskan mengenai peran molekul exerkines, seperti Irisin, IL-6, dan BDNF, yang dilepaskan tubuh saat melakukan aktivitas fisik secara teratur. Molekul-molekul tersebut berperan dalam mengatur metabolisme, mampu melintasi sawar darah-otak (blood-brain barrier), serta membantu menekan inflamasi sistemik. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai panduan aktivitas fisik dari World Health Organization (WHO), yaitu melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama 150–300 menit per minggu atau aktivitas fisik intensitas berat selama 75–150 menit per minggu, yang dilengkapi dengan latihan penguatan otot sedikitnya dua hari setiap minggu.
Sebagai solusi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu, narasumber memperkenalkan metode Exercise Snacking, yaitu olahraga singkat selama 2–5 menit yang dilakukan beberapa kali dalam sehari, seperti naik turun tangga atau melakukan squat. Selain itu, peserta juga diajak meningkatkan Non-Exercise Activity Thermogenesis (NEAT) melalui aktivitas sederhana, seperti berjalan saat menelpon atau melakukan peregangan di sela-sela pekerjaan.
Selain dua sesi edukasi dan aktivitas fisik bersama, rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini ditutup dengan pemeriksaan kesehatan bagi warga dan peserta yang hadir. Pemeriksaan tersebut bertujuan mendeteksi secara dini kondisi kesehatan dasar sekaligus memberikan kesempatan kepada peserta untuk berkonsultasi langsung dengan tim dokter FK UAD.
Dalam penutup kegiatan, narasumber mengajak masyarakat untuk merenungkan nilai-nilai keislaman melalui firman Allah Swt. dalam Surah Al-Infithar ayat 7: “Yang telah menciptakanmu, lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)-mu seimbang.” (QS. Al-Infithar: 7). Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga keseimbangan biologis (homeostasis) tubuh merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas nikmat kesehatan yang telah dianugerahkan Allah Swt.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat lintas negara ini menjadi bukti komitmen Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan dalam mengimplementasikan hasil riset akademik menjadi solusi nyata bagi masyarakat global. Melalui kegiatan ini, FK UAD berharap dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, tangguh, dan berdaya menghadapi berbagai tantangan kesehatan di masa depan.( Hdr)

