Diskusi Panel Blok 3.2 Bahas Pentingnya Psychological First Aid (PFA) dalam Manajemen Krisis Bencana bagi Mahasiswa Kedokteran
Rabu, 10 Desember 2025 – Dilatarbelakangi dengan peristiwa bencana alam yang tengah terjadi di pulau Sumatera, Fakultas Kedokteran UAD menyelenggarakan diskusi panel blok psikiatri dengan tema “Pentingnya Psychological First Aid (PFA) dalam Manajemen Krisis Bencana bagi Mahasiswa Kedokteran.” Diskusi panel ini mengundang pemateri dr. Widea Rossi Desvita, Sp.Kj. dan Budi Santosa, S.Psi., M.K.M. yang menghadirkan pembahasan PFA secara komprehensif dari perspektif kedokteran jiwa dan ilmu kebencanaan.
Bapak Budi Santosa menyampaikan mengenai peran layanan dukungan psikososial (LDP) dalam manajemen kejadian sebuah bencana yang ternyata sama pentingnya dengan layanan kebutuhan primer (sandang, papan, dan pangan) mengingat kesehatan mental para penyintas yang dalam kondisi trauma. Intervensi psikologis yang diberikan pun sifatnya berlapis-lapis dan saling berkaitan dengan layanan lainnya. Peran relawan diperlukan dalam intervensi psikologis ini.
“Psychological First Aid dapat diibaratkan sebagai obat P3K yang digunakan untuk penanganan luka. Bedanya, PFA digunakan sebagai penanganan pertama pada kejadian traumatik yang bisa mengganggu psikologis seseorang,” ungkap dr. Widea di awal pembahasan materi. PFA merupakan keterampilan yang dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk oleh mahasiswa kedokteran. Namun, yang namanya keterampilan pasti perlu untuk dilatih. Itulah salah satu tujuan diadakannya diskusi panel ini.
Di akhir diskusi, dr. Widea juga menyampaikan ilmu praktis dalam melakukan keterampilan mendengar aktif yang menjadi bagian tak kalah penting dari PFA. Mahasiswa diminta langsung untuk mempraktikkan keterampilan ini.
Shaldhan Bayu, sebagai salah satu mahasiswa blok psikiatri yang mengikuti diskusi panel, mengungkapkan kesan pesannya terhadap kegiatan diskusi ini. “Diskusi panel kali ini bagi saya sangat menarik karena relate dengan kejadian akhir-akhir ini yang mana qadarullah sedang terjadi bencana di pulau Sumatera, terutama Aceh. Dari sisi kebencanaan, saya mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya PFA ini dalam manajemen bencana. Dari sisi kedokteran, saya memperoleh keterampilan praktis serta keterampilan praktis dalam mendengarkan aktif.”(Sby)







